Jakarta – KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur Presiden ke-4 RI tersebut pernah ditanya pengikutnya soal sweeping warung makan, namun dengan jawaban bijak Gus Dur membuat pengikutnya itu terheran-heran.

Dilansir dari unggahan Jaringan Gusdurian di X, diceritakan, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah ditanya. “Gus, besok puasa. Izin kami mau sweeping warung makan yang masih buka demi menghormati yang berpuasa,” tanya seorang murid kepada Gus Dur.

Presiden ke-4 RI tersebut lantas dengan gaya santainya menjawab. “Hmmmm… Tidak perlu. Jika kita muslim terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati orang yang tidak berpuasa,” jawab Gus Dur.

”SPACEIKLAN”

Perlu diketahui sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasululullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Kemudian dalam hadits sohih berikutnya, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lantas di balik keistimewaan itu semua, berpuasa di bulan Ramadhan juga mengajarkan kita menjadi muslim terhormat. Apa itu muslim terhormat?

Putri Gus Dur, Alissa Wahid kemudian menjelaskan lebih lanjut maksud dari pernyataan mendiang ayahnya tersebut.

Ia mengatakan, adalah baik ketika orang menghormati orang yang berpuasa dengan tidak makan di depan kita yang berpuasa. Ini adalah bagian dari toleransi beragama.

Namun sebaliknya, sesuatu yang tidak baik ketika orang berpuasa kemudian menuntut orang lain yang tidak berpuasa untuk menghormatinya dengan tidak makan di depan orang yang berpuasa tersebut.