Jakarta – Seorang nenek berusia 90 tahun yang menjadi korban penculikan oleh Hamas selama berbulan-bulan akhirnya dibebaskan setelah dirinya menyebut nama Lionel Messi sang maestro sepak bola asal Argentina.

Diketahui nenek berusia 90 tahun itu selamat dari penculikan karena menyebut nama Lionel Messi.

Menurut laporan Marca, sang nenek menjadi korban penculikan oleh Hamas selama berbulan-bulan.

”SPACEIKLAN”

Saat itu, beredar gambar yang menunjukkan wanita tua memegang senjata besar bersama tentara Hamas seraya menyapa kamera.

Publik mulanya mengira sang nenek berasal dari Israel. Namun, wanita paruh baya itu ternyata dari Argentina yang bernama Ester Cunio.

Ester Cunio bercerita bahwa nama Lionel Messi telah menyelamatkan hidupnya saat diculik oleh Hamas.

Saat itu, Ester mengaku kebingungan ketika berkomunikasi dengan para penculik, yakni Hamas karena kendala bahasa.

“Saya mengatakan kepadanya untuk tidak berbicara dengan saya tak mengerti bahasanya,” kata Ester Cunio, dikutip dari Marca.

“Bahasa Arab dan bahasa Ibrani saya buruk. Saya berbicara bahasa Spanyol Argentina, jadi dia bertanya apa itu Argentina.”

Setelah sang penculik bertanya, Ester lantas menjelaskan bahwa dirinya berasal dari negara kelahiran Lionel Messi.

“Saya katakan kepadanya ‘Apakah Anda menonton sepak bola?’ Dia bilang dia menyukainya dan saya katakan kepadanya saya berasal dari negara Messi,” imbuh Ester.

Ester menjelaskan, nama Messi membuat sang penculik memilih untuk berdamai karena ia mengakui juga mengidolakan bintang timnas Argentina itu.

“Dia terkejut dan mengatakan kepada saya bahwa dia mencintai Messi. Dia meletakkan tangannya di bahu saya, memberikan senjatanya,” tuturnya.

“Dia lalu menyuruh saya membuat tanda tangan perdamaian dan mereka mengambil foto,” ungkap Ester.

Ester mengungkapkan bahwa dirinya berharap Messi bisa memberikan pertolongan agar keluarganya bisa diselamatkan dari penculikan.

“Sekarang saya berharap jika melihat saya diselamatkan karena nama dia, saya akan memintanya untuk membantu cucu-cucu saya yang masih diculik,” kata dia.

“Mereka adalah anak-anak baik. Nama mereka adalah David dan Ariel,” ujarnya.