Jakarta – PDIP siap jadi oposisi saat pemerintahan baru akan memerintah. Presiden Jokowi enggan berspekulasi menanggapi hal tersebut dan menyerahkan hal itu kepada PDIP.

Meski begitu saat ditanya awak media, Jokowi hanya melempar jawaban itu langsung ke PDIP. “Ya, ditanyakan saja kepada beliau-beliau yang ada di PDI Perjuangan,” kata Jokowi di Bintaro, Senin (19/2/2024).

Jokowi hingga saat ini masih berstatus sebagai kader PDI Perjuangan meski diasosiasikan mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

”SPACEIKLAN”

Hubungan Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pun dikabarkan merenggang karena itu. Dukungan Jokowi itu bertolak belakang dengan PDIP yang mengusung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.

Perolehan suara Ganjar-Mahfud berdasarkan hasil penghitungan cepat atau quick count berada di urutan paling buncit. Berdasarkan quick count sejumlah lembaga survei, persentase suara Ganjar-Mahfud berada di kisaran 15-17%.

Namun, suara PDI Perjuangan untuk pileg tetap tinggi dengan persentase di kisaran 18-19%. PDI Perjuangan pun menilai ada anomali suara, karena suara partai tinggi, tapi suara paslonnya jeblok.

PDIP Siap Jadi Oposisi

Pernyataan PDIP yang siap menjadi oposisi disampaikan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Ia mengatakan partainya siap berjuang sebagai oposisi di luar pemerintahan untuk melakukan tugas check and balance.

Berkaca pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, kata Hasto, kekuasaan yang terpusat bisa menimbulkan kemampuan manipulasi.

“Ketika PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan tahun 2004 dan 2009, kami banyak diapresiasi karena peran serta meningkatkan kualitas demokrasi. Bahkan, tugas di luar pemerintahan, suatu tugas yang patriotik bagi pembelaan kepentingan rakyat itu sendiri,” kata Hasto kepada wartawan, Kamis (15/4).